Tampilkan postingan dengan label bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bayi. Tampilkan semua postingan

Tips dan Rahasia untuk Ibu Menyusui Agar ASI Lancar

KehamilanCerdas - Hampir semua ibu pasti ingin memberikan ASI esklusif kepada bayinya, bukan? Namun sayangnya banyak sekali factor yang membuat ASI tidak lancar sehingga proses menyusui jadi kurang optimal. Alasan itulah yang membuat ibu memutuskan untuk memberikan susu formula pada bayinya. Padahal semua juga tahu bahwa hanya ASIlah makanan dan minuman terbaik bagi bayi baru lahir. Tahukah Bunda, bahwa ada banyak hal yang harus diperhatikan agar sukses menyusui sang buah hati tanpa ada kendala. Jadi, persiapan tersebut tidak hanya dilakukan pasca melahirkan, tapi juga pada saat kehamilan. Nah, agar lebih jelasnya, simak tips dan rahasia untuk ibu menyusui agar ASI lancar, berikut ini : Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging kambing? Tentu Saja, Tapi Ini 7 Syaratnya
agar ASI lancar/youtube.com

Persiapan saat hamil

Saat hamil, ibu bisa melakukan beberapa persiapan untuk masa menyusui kelak, diantaranya : membersihkan kotoran pada putting menggunakan kapas dan air hangat, baby oil, minyak kelapa dan lainnya. Bersihkan hingga terlihat lubang-lubang kecil seraya dipencet lembut. Jika putting masuk kedalam, ibu bisa mulai menarik keluar serta melakukan pijatan lembut untuk melancarkan sirkulasi darah. Cara Membedakan Kontraksi Asli dan Kontraksi Palsu

Setelah persalinan

Tetap bersihkan putting sembari dipencet untuk merangsang keluarnya ASI. Jangan kaget jika ASI yang pertama keluar masih bening dan sedikit karena meski sedikit namun kandungan ASI tersebut sangatlah bermanfaat bahkan mengenyangkan bayi.

Konsumsi makanan dan minuman yang melancarkan ASI

 ibu hamil harus menyiapkannya  kualitas dan kuantitas ASI yang baik itu tak bisa dilepaskan dari makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh ibu menyusui. Alasan itulah yang membuat bususui wajib selektif dalam memilih makanan/minuman yang dikonsumsi setiap harinya. Agar ASI senantiasa lancar dan mengenyangkan bagi bayi, sebaiknya ibu menyusui mengonsumsi beberapa makanan/minuman, berikut ini :

•    Sayuran hijau

Sayuran hijau mengandung nutrisi penting, salah satunya asam folat yang sudah terbukti ampuh membantu meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI. Beberapa sayuran hijau yang direkomendasikan untuk bususui, antara lain : daun katuk, daun papaya, bayam, brokoli, dan lainnya.

•    Ikan laut

Ikan laut, seperti salmon bisa menjadi pilihan wajib bagi ibu menyusui karena kandungan DHA sangat bermanfaat untuk mengoptimalkan system saraf bayi. Selain itu, kandungan dalam salmon juga baik untuk memperbaiki suasana hati agar terhindar dari baby blues.

•    Kurma atau sari kurma

Kurma termasuk satu jenis makanan kaya gizi yang membantu melancarkan produksi ASI. Anda bsia menjadikan kurma sebagai cemilan atau sari kurma sebagai campuran minuman atau olesan roti.

•    Telur

Telur sangat kaya DHA yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas ASI dan juga tumbuh kembang bayi. Agar lebih sehat, ibu bisa pilih telur organic.

•     Susu

Susu merupakan minuman yang wajib dikonsumsi ibu menyusui, karena selama proses menyusui, ibu akan kehilangan banyak kalsium untuk mendukung tumbuh kembang bayi. Minum susu membantu ibu mencukupi kebutuhan kalsium hariannya.

•    Air putih

Menyusui membuat ibu kehilangan banyak airan, maka itu pastikan cukup minum air putih agar terhindar dari dehidrasi yang dapat membahayakan ibu dan bayi.
Memahami apa yang harus dikonsumsi selama menyusui membuat para ibu lebih bugar dan semangat memberikan ASI pada si buang hati. Semoga bermanfaat

Tanda Lahir pada Bayi, Ini Penyebabnya

Bayi Anda memiliki tanda lahir? Tanda lahir bisa muncul saat lahir atau setelah beberapa minggu setelah bayi dilahirkan. Tanda lahir bisa muncul dalam berbagai bentuk, warna dan ukuran, serta bisa ditemukan di bagian manapun pada tubuh bayi, dari mulai wajah, tangan, punggung, paha, kaki, dan lainnya. Keberadaan tanda lahir pada tubuh bayi seringkali memicu kekhawatiran dan ketakutan tersendiri bagi para orang tua, terutama jika muncul di area tubuh yang terlihat. Mereka takut jika tanda lahir itu bisa semakin membesar bahkan berbahaya. Tak jarang beberapa orang tua berusaha menghilangkannya, baik dengan cara alami maupun dengan tindakan operasi. Mungkin tidak semua orang tahu, apa yang menjadi penyebab munculnya tanda lahir? Karena itu, simak terus penjelasannya dalam artikel ini ya..

Waspadai Tujuh Penyakit yang Sering Menyerang Bayi Baru Lahir

Merawat bayi baru lahir bisa dikatakan gampang-gampang susah, karena itu tak heran jika banyak ibu baru yang merasa belum sanggup mengurus bayinya sendiri. Ada yang menggunakan jasa bidan, baby sitter, ada pula yang terpaksa diurus oleh neneknya sendiri. Bayi baru lahir membutuhkan perlakuan khusus, karena system imun tubuh bayi baru lahir juga belum sempurna sehingga rentan terkena infeksi bakteri penyakit. Gangguan kesehatan pada bayi baru lahir harus segera ditangani dengan tepat agar tidak menghambat tumbuh kembangnya. Mungkin tak semua ibu tahu, apa sajakah jenis penyakit yang rentan menyerang bayi baru lahir. 

Tips dan Cara Menyimpan ASI yang Baik dan Benar

Menyusui bayi merupakan aktivitas penting yang wajib dilakukan demi tumbuh kembang bayi dan pastinya membantu meningkatkan daya tahan tubuhnya. Hampir semua orang tahu jika proses pemberian ASI terbaik untuk bayi adalah dalam kondisi segar atau secara langsung dari ibu. Namun sayangnya, karena alasan lain (misalnya : bekerja, sakit, atau yang lainnya) sehingga tidak semua ibu bisa menyusui bayinya secara langsung. Agar bayi tetap bisa minum ASI, para ibu tersebut berusaha memompa ASI dan menyimpannya. Hal ini tidaklah masalah, karena ternyata dengan penyimpanan yang baik dan benar, ASI bisa terjaga kesegarannya hingga 6 bulan lamanya.

Ini Alasan Kenapa Bayi Baru Lahir Tidak Boleh Dibawa Keluar Rumah

Setelah melalui proses persalinan yang menegangkan, pastinya para Ibu merasa lega dan bahagia karena bisa memeluk dan merawat buah hatinya secara langsung. Bicara tentang masalah bayi baru lahir, ternyata ada banyak aturan yang harus dipatuhi dari jaman Nenek moyang kita, salah satunya larangan membawa bayi keluar rumah sebelum usia 40 hari. Hem, pasti ibu tidak akan tahan jika harus berdiam diri di dalam rumah, bukan? Mungkin tidak semua ibu memahami, apa sich maksud dari larangan tersebut dan benarkah hal ini sangat penting untuk keselamatan bayi?

Anak Gampang Batuk Pilek? Ini Penyebab dan cara Mengatasinya!

KehamilanCerdas - Sedih ketika melihat Anda menderita batuk pilek? Di musim pancaroba seperti ini, ada banyak penyakit siap mengintai anak-anak, terutama batuk pilek. Mungkin Anda bingung, kenapa sich anak kecil seringkali menderita batuk pilek? Ternyata hal itu disebabkan karena system kekebalan tubuh anak masih belum matang sempurna, sehingga anak rentan terkena serangan virus penyebab batuk pilek. Ada beberapa gejala yang muncul ketika anak menderita batuk pilek, diantaranya : pusing, bersin-bersin, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, badan pegal semua dan anak terlihat lesu. Mengatasi batuk pilek pada anak bisa dikatakan gampang-gampang susah, ada bahkan adapula yang bisa sembuh tanpa obat. 
Tujuh Hal yang Harus Dilakukan Pasca Melahirkan Caesar
anak batuk pilek/www.vigoradiator.com

Kenali Risiko Bahaya Akibat Telat Ganti Diaper Bayi

Jika disuruh memilih antara popok kain atau diaper, manakah yang lebih Anda sukai? Kebanyakan ibu pasti akan lebih memilih diaper, karena lebih praktis dan efisien. Diaper memang sangat membantu pekerjaan para ibu, namun sayangnya  sebagian ibu seringkali lupa waktu saat memakaikan diaper pada bayinya. Padahal ada banyak risiko bahaya yang siap menimpa buah hati akibat telat mengganti diaper. 

Kenali Sembilan Perilaku Unik Bayi Baru Lahir

Anak merupakan anugerah yang luar biasa berharga dari Tuhan untuk pasangan suami istri. Kehadirannya tak hanya mengundang kebahagiaan, tapi juga kecemasan bagi orang tuanya, terlebih jika mereka baru menjadi orang tua baru. Hal itu jelas, karena umumnya bayi baru lahir memiliki perilaku yang unik dan mungkin membuat orang tua bertanya-tanya “apakah hal ini normal?”

Ini yang Sebabkan Bayi Baru Lahir Memiliki Aroma Wangi

Siapa sich yang tidak merasa gemas ketika melihat bayi baru lahir. Bukan rahasia lagi jika bayi memiliki aroma wangi yang khas, bahkan oleh sebagian orang disebut sebagai wangi surga. Disebut demikian karena wangi tersebut bukan berasal dari bedak atau minyak wangi, tapi memang asli dari tubuhnya. Aroma wangi tersebut yang membuat kebanyakan orang ingin menciumi kulit bayi. Mungkin tak banyak yang tahu, mengapa sich kulit bayi memiliki aroma yang harum dan segar?

Ibu Menyusui, Perhatikan Tujuh Tips Ini Agar Sukses Berpuasa

Kehamilan cerdas - Puasa ramadhan termasuk ibadah yang wajib dikerjakan oleh semua umat islam. Meski begitu, islam memberikan keringanan pada seseorang dalam kondisi terentu, termasuk salah satunya : ibu menyusui untuk tidak berpuasa dan menggantinya di hari yang lain atau dengan membayar fidyah. Tapi, Anda pasti bisa membayangkan betapa beratnya menjalankan puasa sendirian diluar bulan ramadhan. Berpuasa di bulan ramadhan memiliki sensasi dan kenikmatan tersendiri, karena itu sangatlah sayang jika kita melewatkan bulan yang penuh berkah, dimana seluruh amalan akan dilipatgandakan. Nah, disini kita akan membagikan tips sukses kepada ibu menyusui agar sukses menjalankan puasa selama sebulan penuh. 

Tips Berpuasa bagi ibu menyusui

Ibu menyusui tetap bisa menjalankan puasa dengan sukses tanpa ada hambatan apapun lho. Nah, agar puasa lancar, sebaiknya simak tipsnya berikut ini :

Penuhi kebutuhan nutris

Saat sahur dan berbuka puasa, pastikan Anda mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Selain itu, jangan lupa asupan tambahan yang membantu melancarkan ASI, misalnya : madu, sari kurma, habbatussauda, dan lainnya.

Penuhi kebutuhan cairan

Ibu menyusui sangat membutuhkan asupan cairan agar terhindar dari dehidrasi. Jangan hanya minum air putih ya Bunda, tapi pilihlah minuman yang bermanfaat buat Anda dan si buah hati, misalnya : sari kacang hijau, jus buah, sari kedelai, dan lainnya.

Perbanyak makan buah dan sayuran

Buah dan sayuran tidak hanya kaya nutrisi, tapi juga serat alami yang membuat ibu kenyang lebih lama dan pastinya bermanfaat melancarkan ASI.

Jaga waktu istirahat

Merawat si kecil sangat menguras tenaga Anda, bukan? Apalagi saat pausa. Oleh karena itu, pastikan jaga pola istirahat yang cukup agar ibu tetap bugar selama berpuasa.

Hindari stress

Stress dapat menghambat produksi ASI, oleh karena itu pastikan ibu hamil bisa mengelola stress dengan baik.

Hindari membatasi memberikan ASI

Meski puasa, bukan berarti Anda harus membatasi pemberian ASI. ASI tidak akan habis, sebaliknya justru semakin melimpah jika sering diberikan pada si kecil.

Berdoa agar puasanya lancar

Apapun usaha Anda, pastikan lengkapi dengan doa yaa agar semuanya berjalan sukses dan tidak ada hambatan apapun.

Okey dech, sekian tips keren dari kita. Semoga puasanya lancar dan si kecil juga ceria meski bundanya tengah menjalankan puasa. Selamat Puasaa!

Tujuh Alasan Kenapa Bayi Wajib Menyusu Setiap Malam

Setelah melahirkan, ibu pasti merasakan susahnya tidur nyenyak. Bagaimana tidak, selain melindungi bayi dari hal yang membuat bayi tidak nyaman (misal : cuaca dingin/panas, BAB/BAK), ibu juga harus aktif menyusui bayi setiap dua jam sekali. Selain itu, umumnya bayi memiliki jadwal tidur yang berbalik dari orang tua, yakni tidur pulas di pagi hari dan terjaga di malam hari. Kebiasaan ini biasanya akan berlangsung hingga bayi berusia tiga bulan, dimana rutinitas tidur bayi sudah mulai terbentuk. Ternyata hal yang paling berat bagi kebanyakan ibu adalah saat harus begadang di malam hari untuk menyusui sang buah hati. Tapi tahukah Anda jika ternyata perjuangan ibu bangun untuk menyusui bayi dimalam hari tidaklah sia-sia, karena didalamnya ada manfaat yang luar biasa bagi bayi dan tentunya bagi Anda sendiri. 

Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Kerak Pada Kepala Bayi (Cradle Cap)

KehamilanCerdas -Umumnya bayi akan terlahir bersih dan kulitnya halus mulus serta lembut. Namun ternyata ada bagian tertentu dari tubuh bayi yang ditumbuhi kerak membandel, yakni : kepala. Kerak tersebut biasa disebut sebagai ketombe, sumbukan, sawan, sarap, dan lainnya. Jangan anggap sepele kerak pada kepala bayi, karena jika dibiarkan dapat berbahaya dan meluas hingga ke seluruh tubuh. Sebenarnya, apa sich yang menjadi penyebab kerak di kepala bayi? Dalam dunia medis, kerak pada kepala bayi disebut sebagai dermatitis seboroik, yakni peradangan pada area yang kaya akan kelenjar minyak/kelenjar lemak kulit atau sebasea.

Kerak Pada Kepala Bayi (Cradle Cap)
Kerak pada kepala bayi ada yang berat dan adapula yang ringan. Jika kondisinya ringan atau berupa sisik-sisik kekuningan maka disebut sebagai dandruff. Sebaliknya jika kondisinya berupa sisik-sisik yang menghitam dan menebal maka disebut sebagai cradle crap. Kondisi ini harus segera diatasi, karena bisa meluas ke area tubuh yang kaya akan kelenjar minyak, misalnya : alis mata, lipatan antara mulut dan hidung, dada dan ke seluruh tubuh.

Penyebab kerak pada kulit kepala bayi

Sebagai ibu, pastinya mereka ingin tahu, apa sich yang menjadi penyebab munculnya kerak pada kepala bayi. Kalau orang tua jaman dulu mengatakan jika kondisi ini disebabkan karena ibu hamil suka mengonsumsi makanan berlemak dan berminyak. Namun kenyataannya masih belum jelas, karena dari sisi medispun belum diketahui penyebab pastinya. Tapi pada intinya, kondisi tersebut disebabkan karena disfungsi atau gangguan pada fungsi kelenjar minyak pada rambut.

Cara Mengatasinya :

Meski kerak pada bayi yang tidak parah bisa hilang sendiri saat bayi berusia 8-12 bulan, namun rasanya risih juga jika melihat kulit mulus bayi ternoda oleh kehadiran kerak tersebut. Selain itu, jika kerak dibiarkan dapat berisiko menyebabkankan kelainan kulit yang berat. Untuk mengatasinya, Anda bisa memanfaatkan baby oil. Caranya :
  • Oleskan baby oil pada bagian tubuh yang berkerak sembari dipijat lembut, lalu diamkan beberapa jam agar kotoran melunak
  • Anda bisa menggunakan sisir khusus baby atau sikat lembut.  Sisirlah atau sikat perlahan hingga kerak rontok.
  • Setelah kerak bersih, Anda bisa mencuci kepala bayi seperti biasa hingga bersih.
  • Jika masih ada kerak, Anda bisa mengulangnya keesokan hari. Tapi ingan, jangan menggunakan benda tajam atau kuku untuk menggaruk kerak, karena khawatir dapat melukai kulit bayi.

Kerak di kepala bayi yang patut diwaspadai

Meski terlihat sepele dan bisa diatasi, namun Anda harus tetap waspada terutama jika kerak tersebut disertai tanda-tanda infeksi, misalnnya : ruam merah dan bayi rewel. Segera periksakan ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat. Okey dech, semoga informasi diatas dapat bermanfaat bagi kita semua.

Jangan Asal Mencium Bayi Baru Lahir! Ini Bahayanya

KehamilanCerdas - Sering merasa gemas ketika melihat bayi baru lahir? Wajahnya yang imut dan lucu, kulitnya yang lembut dan aromanya yang wangi membuat semua orang merasa gemas ingin menyentuh hingga mencium bayi. Sebagai orang orang tua, Anda harus waspada karena kebiasaan sepele tersebut dapat membahayakan keselamatan bayi Anda. Ingat, bayi baru lahir harus selalu berada dalam lingkungan yang bersih dan steril. Nah, sentuhan dan ciuman dari orang-orang yang menjenguk tersebut bisa saja menjadi media berpindahnya kuman atau bakteri pada bayi baru lahir. Sistem imun tubuh bayi yang belum sempurna membuatnya rentan tertular penyakit atau mengalami infeksi yang serius.

Jangan Asal Mencium Bayi Baru Lahir

Cara Menjaga Bayi Baru Lahir

Menjaga dan melindungi bayi adalah kewajiban penuh orang tuanya, karena siapa yang repot jika bayi Anda menderita penyakit. Agar bayi Anda selalu sehat dan terbebas dari ancaman penyakit, simak cara menjaga bayi baru lahir berikut ini :

Pastikan cuci tangan sebelum menyentuh bayi

Mencuci tangan sangat penting sebelum menyentuh bayi, karena penyakit infeksi banyak disebarkan melalui sentuhan tangan. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dapat meminimalisir infeksi kuman. Tidak hanya Anda, tapi pastikan siapa yang berkunjung atau menyentuh bayi harus mencuci tangan lebih dulu.

Sediakan cairan anti kuman

Jika ingin praktis, Anda juga bisa menyediakan cairan anti kuman di kamar bayi. Jadi cukup menggosok tangan dengan cairan tersebut sebentar saja, tangan Anda sudah steril dan siap berinteraksi dengan bayi Anda.

Menempatkan bayi dalam box

Ketika ada saudara atau kerabat yang mengunjungi bayi Anda, pastikan tempatkan bayi pada box bayi. Hal ini setidaknya lebih aman daripada Anda menggendongnya. Menempatkan bayi di box membuat pengunjung bisa leluasa melihat  meski tidak menyentuhnya.

Waspadai sentuhan dan ciuman

Hampir semua orang pasti tergoda untuk menyentuh dan mencium bayi. Namun sebagai orang tua, Anda wajib mengingatkan agar mereka tidak menyentuh, mencium apalagi menghisap wajah atau tangan bayi. Jangan sampai moment yang tidak sampai 1 menit tersebut membuat bayi Anda terpapar kuman dan bakteri yang berbahaya.

Hindari tempat atau lingkungan yang ramai

Sistem imun bayi baru lahir masih belum sempurna sehingga sangat rentan tertular penyakit. Oleh karena itu, jangan bawa anak di tempat atau lingkungan yang ramai, seperti : toko, mall, pasar, rumah makan atau tempat ramai lainnya.

Rutin kunjungi dokter Anda

Untuk menjaga kesehatan bayi baru lahir, pastikan ibu selalu mematuhi petunjuk dokter, misalnya : memeriksakan kesehatan bayi, mematuhi jadwal pemberian vaksin yang direkomendasikan oleh dokter.
Semoga semua upaya diatas dapat meminimalisir risiko penyakit pada bayi Anda dan pastinya membuat buah hati Anda tumbuh sehat dan ceria.  Semoga informasi yang berjudul Jangan Asal Mencium Bayi Baru Lahir! Ini Bahayanya diatas dapat bermanfaat bagi kita semua.

Awas, Ini Tujuh Mainan yang Berbahaya Bagi Anak

KehamilanCerdas - Anak-anak Anda suka mainan? Mainan bagi anak-anak tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tapi juga membantu mengasah kreativitas anak. Membelikan mainan anak harusnya disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak. Akan tetapi sayangnya tidak semua orang tua mengetahui jika ternyata ada beberapa jenis mainan yang dapat membahayakan keselamatan anak. Hem, kira-kira apa sajakah jenis mainan yang berbahaya bagi anak? Agar lebih jelasnya, simak informasinya berikut ini :

Mainan Anak

Mainan yang mudah pecah

Mainan yang mudah pecah sangat kurang cocok untuk anak, bahkan berpotensi membahayakan keselamatan anak. Bisa dibayangkan bagaimana jika pecahan mainan mengenai anak Anda?

Mainan yang terdapat kancing, manik-manik atau aksesoris tajam

Mainan yang terdapat kancing, manik-manik atau aksesoris tajam juga wajib dihindarkan dari anak, terutama yang usianya dibawah 3 tahun karena berpotensi melukai anak. Selain itu, manik-manik bisa masuk ke mulut atau lubang tubuh lainnya, seperti hidung, telinga dan lainnya.

Mainan kayu yang menggunakan cat beracun

Pastikan periksa mainan anak sebelum membeli, karena bisa jadi mainan tersebut menggunakan cat beracun. Pilih yang berlabel Non Toxic yaa…

Balon

Balon juga kurang cocok untuk bayi dibawah satu tahun, karena jika pecah dapat membuat bayi kaget. Bahkan balon gas juga berpotensi sebabkan kebakaran jika berada didekat sumber api.

Mainan bertali panjang

Mainan bertali panjang juga wajib dihindari, karena berisiko sebabkan anak terjerat atau tercekik.

Mainan yang menggunakan listrik

Mainan yang menggunakan listrik juga wajib dihindarkan dari anak-anak, karena berpotensi membuat anak terkena sengatan aliran listrik.

Mainan berlubang

Mainan yang memiliki lubang juga harus dihindarkan dari anak, karena membuat jari anak terjebak didalamnya dan sulit dikeluarkan.

Mainan senjata yang dapat melukai anak

Ada banyak aneka mainan yang menyeruai senjata dan bisa berfungsi sebagaimana senjata aslinya, misalnya : panah, tembak berpeluru, pisau, dan lainnya. Pastikan hindari mainan tersebut karena dapat membahayakan anak.

Tips Memilih mainan anak yang aman

Sesuaikan dengan usia buah hati

Biasanya pada mainan terdapat label “recommended age”. Pilih sesuai dnegan usia buah hati Anda agar si kecil tidak hanya terhibur tapi juga mampu memainkannya.

Pilih mainan dari bahan yang baik

Pilihlah mainan dari bahan-bahan yang baik dan aman bagi buah hati Anda. Hindari memberikan mainan yang ada manik-maniknya untuk anak usia dibawah 3 tahun, karena berpotensi tertelan.

Pilihlah mainan yang ringan

Mainan untuk anak harus dipilih yang ringan, karena jika berat dapat berisiko melukai anak jika terjatuh mengenai tubuhnya.

Hindari membeli mainan berupa senjata yang berpotensi melukai anak

Ada banyak mainan yang berpotensi melukai anak, misalnya tembak-tembakan dengan peluru, panah dnegan ujungnya yang lancip, pisau, dan lainnya.

Hindari mainan yang mudah pecah

Mainan yang mudah pecah dapat mencederai anak, karena itu usahakan hindari yaa…

Pilih mainan yang bisa dicuci

Agar mainan bersih dan bebas bakteri, pilih mainan yang bsia dicuci yaa…
Setelah membaca informasi yang berjudul Awas, Ini Tujuh Mainan yang Berbahaya Bagi Anak diatas, sebaiknya para orang tua selektif memilih mainan untuk buah hatinya. Jangan hanya karena anak senang, lantas Anda dengan suka rela membelinya.





Enam Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Mencuci Botol Susu

KehamilanCerdas - Bayi Anda minum susu formula/ASIP dari botol atau dot? Ketika bayi minum susu dari botol, pastilah para ibu wajib memperhatikan kebersihan dan higienitas botol susu bayi. Karena ada banyak penyakit yang rentan menyerang kesehatan buah hati Anda akibat kurangnya pemahaman orang tua tentang cara menjaga kebersihan, salah satunya : diare. Bukan rahasia lagi jika diare termasuk salah satu penyebab kematian terbesar pada anak balita. Penyebab diare pada balita cukup banyak, salah satunya karena cara mencuci botol susu yang salah. Cara mencuci botol susu yang tidak tepat bukannya membuat botol susu menjadi bersih, tapi justru membuat kuman dan virus mengendap dalam botol susu bayi. Akibatnya bayi yang tadinya sehat dan ceria menjadi sakit dan rewel. 


Nah, agar tidak salah langkah dalam mencuci botol susu bayi, sebaiknya hindari Enam Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Mencuci Botol Susu, berikut ini :

Tidak cuci tangan

Meski botol susu dalam kondisi kotor, bukan berarti Anda boleh memegangnya dengan tangan kotor ya, karena bisa jadi tangan Anda yang menyebarkan bibit penyakit. Kuman yang melekat pada tangan Anda bisa dengan mudah berpindah ke botol susu bayi dan menjadi penyebab bayi Anda sakit.  Jadi, pastikan mencuci tangan terlebih dulu sebelum mencuci botol susu bayi.

Tidak mencuci dengan air mengalir

Tidak semua ibu memahami pentingnya menggunakan air mengalir untuk mencuci botol bayi, sehingga mereka hanya merendam botol dalam air. Tahukah Anda jika cara ini tidak bisa membersihkan kuman dan bakteri yang menempel pada botol susu? Jadi, pastikan gunakan air mengalir yaa!

Tidak Membersihkan botol secara keseluruhan

Sebagian ibu merasa malas mencuci botol secara keseluruhan. Mereka hanya mencuci bagian dalam botol dan dot saja, serta melupakan bagian lainnya, misalnya : leher pengencang dot dan gelang dot. Padahal bisa jadi banyak kotoran dan kuman menempel pada bagian tersebut. Oleh karena itu, pastikan buka semua elemen botol dan bersihkan satu persatu agar steril.

Hanya merendam botol dalam air panas

Banyak orang tua yang menganggap jika merendam botol dalam air panas dapat menghilangkan kuman dan bakteri dalam botol. Padahal itu saja tidaklah cukup, karena bisa jadi ada kuman dan bakteri yang masih mengendap dalam botol susu. Jadi pastikan Anda tetap mencuci kembali botol dalam air mengalir.

Tidak segera mengeringkan botol

Setelah botol di cuci, Anda pasti akan membuat sterilisasi botol, msialnya dnegan merebus air panas. Jangan dibiarkan berlama-lama, tapi segera tiriskan botol dan lap hingga kering agar bakteri tidak melekat kembali pada botol susu. Setelah itu simpan ke dalam wadah tertutup yang bersih.
Semoga informasi diatas dapat membuat ibu terhindar dari cara mencuci botol yang salah. Semoga bermanfaat yaa!

Bayi Tidak BAB? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

KehamilanCerdas- Merawat bayi bisa dibilang gampang-gampang susah. Ketika melihat bayi anteng dan ekspresinya yang lucu, pasti semua akan merasa  senang. Tapi ketika muncul masalah kesehatan, maka kesenangan tersebut pasti akan berganti kecemasan. Apalagi bagi ibu baru yang belum berpengalaman merawat bayi. Salah satu masalah yang sering dicemaskan oleh para ibu adalah masalah BAB pada bayi yang tidak teratur. Bayi tidak selalu BAB setiap hari, bahkan kadangkala bisa sampai seminggu baru BAB. Hal inilah yang kemudian membuat ibu merasa khawatir jika anaknya mengalami sembelit. Hem, kira-kira apa kondisi ini berbahaya bagi bayi?

Ternyata kondisi ini sangat normal dan tidak perlu dikhawatirkan, apalagi jika bayi masih minum ASI esklusif. Karena ASI merupakan satu-satunya asupan gizi yang sangat mudah diserap oleh tubuh sehingga hanya menyisakan sedikit saja untuk diolah dalam sistem pencernaan.

Bagaimana dengan bayi yang mengonsumsi susu formula

Tapi bagaimana jika BAB tidak teratur dialami oleh bayi yang mengonsumsi makanan lain selain ASI, misalnya : susu formula? Ibu juga tidak perlu merasa cemas berlebihan, karena bisa jadi penyebabnya adalah sistem pencernaan bayi yang sedikit lambat. Jadi tidak selalu karena sembelit atau masalah medis lainnya.

Waspadai Jika Bayi Mengalami Gejala Ini

Meski BAB bayi tidak teratur setiap hari, namun jika teksturnya lembut dan lancar, maka hal ini bisa dibilang normal dan tidak masalah. Sebaliknya para orang tua harus waspada jika si kecil mengalami susah BAB dan disertai beberapa gejala, seperti : BAB keras, berdarah, dan tidak bisa BAB lebih dari 10 hari. Segera periksakan ke dokter specialis anak agar diketahui penyebab dan upaya penanganan yang tepat.

Cara Mengatasi bayi sembelit

Jika ibu merasa yakin jika bayi Anda mengalami sembelit, maka coba lakukan beberapa hal berikut untuk mengatasinya :
  • Jika bayi mengonsumsi susu formula, cobalah periksa apakah takaran saat membuat susu sudah pas, karena terlalu kental juga bsia membuat BAB bayi keras.
  • Jika bayi mengonsumsi susu formula, cobalah ganti merk susunya, karena bisa jadi susu yang Anda berikan tidak sesuai dengan sistem pencernaan bayi. Lebih baik jika Anda konsultasikan pada dokter Anda.
  • Jika bayi sudah makan MPASI, Anda bsia memberikan buah yang sudah terbukti ampuh mengatasi sembelit/konstipasi dan melancarkan BAB anak, misalnya : pisang atau pepaya.
Jika upaya diatas masih belum membantu, pastikan segera periksakan kondisi si kecil ke dokter ya. Semoga informasi yang berjudul Bayi Tidak BAB? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya diatas dapat bermanfaat bagi kita semua.

Enam Makanan yang Wajib Dihindari Saat Menyapih Bayi

KehamilanCerdas - Menyapih termasuk satu moment yang sangat penting dalam proses tumbuh kembang sang buah hati. Pastikan selektif memilih makanan pengganti ASI yang aman dan sehat, karena apa yang mulai dikonsumsi sejak bayi akan berpengaruh padapola makan dan juga gaya hidupnya di kemudian hari. Selain itu, saat menyapih bayi,  para orang tua juga wajib menghindari beberapa jenis makanan yang tidak bisa diterima oleh sistem pencernaannya. Kenapa demikian? Karena beberapa makanan tersebut dapat memicu alergi pada buah hati.
Enam Makanan yang Wajib Dihindari Saat Menyapih Bayi

Hem, kira-kira apa sajakah makanan yang wajib dihindari saat menyapih bayi? Simak penjelasannya berikut ini :

Makanan mengandung gula

Sesaat setelah disapih, kebanyakan ibu akan memberikan minuman atau makanan manis agar si kecil tidak rewel. Hal ini sangat tidak dianjurkan, karena dapat sebabkan kerusakan gigi. Selain itu, asupan kalori berlebihan juga dpat memicu obesitas bayi bayi.

Makanan mengandung garam tinggi

Selain gula, makanan yang mengandung garam tinggi juga wajib dihindari saat menyapih bayi. Karena ginjal bayi masih belum siap menerima asupan tinggi garam, sehingga dapat sebabkan bayi kembung dan juga dehidrasi.

Kacang-kacangan

Meski memiliki ukuran yang kecil, namun kacang-kacangan bisa menyebabkan bayi tersedak. Selain itu, kacang-kacangan juga rentan sebabkan alergi pada bayi. Oleh karenanya, hindari berikan makanan jenis ini saat menyapih bayi.

Susu Sapi Murni

Meskipun sehat, namun susu sapi murni kurang cocok untuk bayi dibawah usia 1 tahun. Karena protein dan beberapa enzim dalam susu sapi murni tidak bisa diterima oleh sistem pencernaan bayi, sehingga jika dipaksakan dapat sebabkan kembung atau diare.

Seafood

Seafood memang makanan sehat dan kaya protein. Akan tetapi untuk bayi usia 1 tahun sangatlah tidak cocok, karena rentan berisiko mengalami keracunan akibat zat tertentu pada ikan atau hewan laut lainnya. Selain itu, tekstur seafood yang padat juga dapat sebabkan sakit perut pada bayi.

Daging sapi

Selain seafood, daging sapi juga memiliki tekstur yang terlalu padat sehingga memicu sakit perut atau konstipasi pada bayi. Oleh karena itu, pastikan hindarkan makanan ini pada bayi saat baru disapih.
Hem, setelah memahami penjelasan dalam artikel diatas, masihkah Anda bingung memilih makanan yang sehat dan aman untuk bayi? Semoga informasi yang berjudul Enam Makanan yang Wajib Dihindari Saat Menyapih Bayi diatas dapat bermanfaat bagi kita semua.

Mengatasi Kebiasaan Bayi yang Suka Ngiler

KehamilanCerdas - Bayi Anda suka ngiler? Ngiler atau mengeluarkan air liur merupakan salah satu sifat yang dimiliki oleh sebagian bayi. Akan tetapi jika berlebihan tentu akan mengganggu, karena membuat badan atau pakaian menjadi basah atau lembab yang berpotensi sebabkan iritasi kulit. Ada satu mitos yang menyebutkan jika kebiasaan bayi Ngiler pada bayi tersebut akibat keinginan ibu hamil (ngidam) tidak dipenuhi. Namun hal itu hanyalah mitos belaka dan tidak terbukti kebenarannya baik secara ilmiah maupun medis.
Bayi yang Suka Ngiler (ngeces)

Mungkin tak banyak yang tahu, apa sich yang menjadi penyebab bayi suka ngiler dan bagaimana cara mengatasinya? Sebenarnya, ngiler pada bayi akibat ketidakmampuan bayi untuk menelan sehingga keluarlah air liur dari rongga mulut. Jadi, ngiler pada bayi tidak perlu membuat ibu merasa cemas apalagi khawatir, kecuali jika ngiler diikuti dengan gejala lainnya, misalnya : demam, nafsu makan/minum menurun, dan lainnya. Bisa jadi hal itu merupakan gejala awal suatu penyakit, misalnya : amandel, radang, flu, sariawan, dan lainnya.

Nah, dari sini bisa disimpulkan jika ada beberapa penyebab bayi ngiler, antara lain:
  • Kebiasaan bayi suka menggigit benda yang dipegang
  • Gejala penyakit, sebagaimana yang disebutkan diatas
  • Akibat tumbuh gigi
  • Factor bawaan sejak lahir
  • Adanya gangguan syaraf pusat yang menyebabkan respon menelan air liur menjadi terganggu.

Cara Mengatasi bayi suka Ngiler

Setelah memahami beberapa penyabab bayi suka ngiler diatas, saatnya Anda memahami bagaimana cara menghentikan kebiasaan bayi suka ngiler, diantaranya:

Hentikan kebiasaan bayi menggigit benda-benda sembarangan

Hentikan kebiasaan bayi menggigit benda-benda sembarangan, karena kebiasan tersebut dapat merangsang keluarnya air liur

Arahkan pada makanan khusus bayi

Jika usia bayi sudah 6 bulan ketas, Anda bisa kenalkan bayi Anda pada makanan, misalnya : buah, pusing, biscuit bayi, dan lainnya.

Gunakan celemek

Pakaikan celemek untuk membantu menyerap air liur bayi. Hal ini bertujuan untuk mencegah iritasi kulit akibat kondisi lembab/basah.

Cari sumber masalahnya

Apabila bayi Anda tiba-tiba suka ngiler, jangan panik dan coba cari sumber masalahnya, misalnya : apakah bayi Anda mengalami tumbuh gigi, sariawan, atau penyebab lainnya.

Periksakan ke dokter

Apabila ngiler berlanjut hingga anak berumur lebih dari 4 tahun, tidak ada salahnya jika Anda konsultasi ke dokter guna memastikan apakah yang menjadi penyebabnya.

Setelah mengetahui penyebab dan cara mengatasi bayi suka ngiler diatas, masihkah Anda merasa bingung mengatasinya?

Penyebab Bayi Menolak ASI dan Cara Mengatasinya

KehamilanCerdas - Hampir semua ibu pasti memiliki keinginan untuk menyusui bayinya? Akan tetapi proses menyusui juga tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Karena pada kenyataannya, ada beberapa masalah yang mungkin membuat ibu stress hingga memutuskan untuk berhenti menyusui, salah satunya : bayi menolak ASI. Bentuk penolakan bayi pada ASI sendiri bisa dilihat dari ekspresi bayi, misalnya : bayi kurang semangat menghisap ASI, bayi menangis dan meronta saat ibu berusaha memberikan ASI, bayi hanya mau menyusu satu payudara dan menolak yang lainnya, dan masih banyak yang lainnya.

Penyebab Bayi Menolak ASI dan Cara Mengatasinya
Apapun masalahnya, penolakan bayi pada ASI tentulah membuat ibu merasa bingung, stress dan putus asa. Karenanya tak heran jika ada sebagian ibu yang memilih berbagai cara agar sang buah hati mau mengonsumsi ASI, salah satunya : pompa ASI dan meminumkan pada bayi melalui botol. Sebenarnya masalah bayi menolak ASI tidak perlu dipusingkan, karena masalah ini bisa diatasi dnegan mudah, asalkan Anda tahu apa yang menjadi penyebabnya. Agar lebih jelasnya, simak beberapa penyebab bayi menolak ASI dan cara mengatasinya berikut ini :

Penyebab bayi menolak ASI dan cara mengatasinya

Bayi dalam kondisi mengantuk

Bayi baru lahir umumnya masih sering tidur, sehingga dia mungkin menolak ASI. Jangan khawatir, pastikan jadwal menyusui yang tepat, misalnya 2 jam sekali. Apabila bayi tetap tidur, bangunkan dengan penuh cinta, misalnya : menggelitiki telapak kakinya, ketiaknya seraya merangsang mulut bayi dengan ASI.

Posisi menyusui yang tidak tepat

Solusinya, Anda harus mencoba posisi yang tepat saat menyusui, karena selain ibu, bayi juga akan merasa nyaman saat menyusu.

Bayi dalam kondisi sakit

Sakit bisa jadi alasan bayi menolak ASI, misalnya : pilek, batuk, sariawan, demam, dan lainnya. Karena itu, pastikan kondisi bayi Anda selalu sehat agar pemberian ASI tetap lancar.

Bayi mengalami tumbuh gigi

Tumbuh gigi juga membuat bayi merasa tidak nyaman pada gusi sehingga dia menolak ASI. Untuk mengatasinya ini, ibu harus sabar dalam memberikan ASI. Jika bayi demam, berikan obat demam khusus bayi tumbuh gigi.

Bayi merasa kekenyangan

Bayi yang kekenyangan juga akan menolak ASI. Jika dipaksakan, maka dia akan menangis atau malah muntah. Nah, loh… kondisi ini pasti akan membuat ibu semakin panic bukan? Untuk itu, pastikan lihat kondisi bayi dan jangan lupa selalu sendawakan bayi seusai menyusu.

Bayi Anda mengalami bingung putting

Bingung putting juga menjadi salah satu pemicu bayi menolak ASI. Penyebabkan sendiri karena pemberian susu formula atau ASI dalam dot (botol). Untuk itu, pastikan menyusui bayi secara alami saja agar buah hati Anda tidak mengalami bingung putting.

ASI yang keluar terlalu deras

ASI terlalu deras juga membuat bayi merasa trauma hingga menolak ASI. Oleh karena itu, apabila ASI terlalu deras, Anda bisa memompanya sedikit agar tidak membuat bayi Anda menolak ASI.
Setelah memahami penyebab bayi menolak ASi dan cara mengatasinya diatas, pastinya Anda tidak perlu stress apalagi putus asa. Semoga informasi diatas dapat membuat Anda semakin bersemangat dan bahagia menikmati moment indah menyusui sang buah hati.

Tujuh Tips Mengatasi Cacar Air pada Balita

KehamilanCerdas - KehamilanCerdas - Cacar air termasuk salah satu jenis penyakit menular yang sering menyerang balita karena sistem pertahanan tubuh balita masih rentan. Meski begitu, cacar air juga bisa menular dnegan mudah pada orang dewasa maupun remaja yang belum pernah menderita cacar air. Penyakit cacar air mempunyai ciri khas yakni, munculnya bintik kemerahan, bisa juga berupa benjolan berisi air atau nanah. Umumnya, penyakit ini akan diawali dengan beberapa gejala, diantaranya : demam, flu, pusing, nyeri pada persendian, dan lainnya. Jika menyerang balita, maka kondisi tersebut tentu membuatnya rewel dan nafsu makanannya menurun. Agar tidak panic, sudha selayaknya para orang tua memahami bagaimana tips mengatasi cacar air pada balita.
Mengatasi Cacar Air pada Balita
Mengatasi Cacar Air pada Balita