Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Bolehkah Ibu Hamil Makan Daging kambing? Tentu Saja, Tapi Ini 7 Syaratnya

KehamilanCerdas - Makan daging kambing saat hamil, boleh nggak sich? Saat hamil, ibu sangat dianjurkan untuk menikmati daging merah karena nutrisinya sangat bagus untuk menjaga kesehatan tubuh dan mendukung tumbuh kembang janin dalam kandungan. Namun sayang, ada mitos yang beredar di masyarakat jika ibu hamil tidak boleh makan daging kambing karena panas sehingga dapat mengganggu kehamilan. Kira-kira, benar nggak sich ibu hamil tidak boleh makan daging kambing? Daging kambing termasuk salah satu jenis daging merah sehingga bisa dikatakan aman dikonsumsi oleh ibu hamil. Tapi, meskipun aman, sebaiknya ibu hamil memperhatikan beberapa hal penting sebelum mengonsumsi daging kambing. Apa sajakah itu? Simak informasinya berikut ini :  Tujuh Hal yang Harus Dilakukan Pasca Melahirkan Caesar
ibu hamil makan daging kambing/http://www.reflectionmassage.com

1.    Pilih daging kambing segar dan berkualitas

Syarat pertama, pilih daging kambing yang benar-benar segar dan berkualiats, karena dikhawatirkan sudahtercemar bakteri tertentu yang dapat mengganggu kehamilan. Tanda Lahir pada Bayi, Ini Penyebabnya

2.    Masak sampai matang

Daging yang dimasak kurang matang bisa jadi masalah karena bisa saja ibu hamil terkena penyakit akibat toksoplasmosis yang berkembang biak pada daging kambing dan ini snagat membahayakan kehamilan juga janin dalam kandungan.

3.    Jangan dinikmati bersama lalapan mentah

Lalapan umumnya dari sayur atau bahan yang masih mentah khan? Nah ini yang harus dihindari, apalagi jika lalapan tidak dicuci dengan baik, karena bisa saja mengandung sisa peptisida dan bakteri tertentu yang mengancam kehamilan. Tapi jika yakin sudha higienis ya, boleh saja sich.

4.    Konsumsi secukupnya dan tidak berlebihan

Meski suka makan daging kambing, tapi pastikan konsumsi secukupnya saja dan jangan berlebihan karena dapat sebabkan lonjakan kolesterol dan tekanan darah pada ibu hamil.

5.    Pastikan Anda tidak alergi makanan

Daging kambing menganding histamine yang dapat memicu alergi, dan kondisi ini tentu dapat membahayakan ibu hamil dan janin.

6.    Harus banyak minum cairan

Dalam kambing terdapat kandungan natrium yang tinggi sehingga jika dikonsumsi berlebihan dapat sebabkan naiknya tekanan darah.

7.    Hindari mencampur MSG dan bahan berbahaya lainnya

Meski aman, namun hindari menambahkan bahan-bahan kimia tertentu yang dapat menyebbakan masalah kesehatan pada ibu hamil dan janin, msialnya : MSG, pengawet, dan lainnya.
Setelah mengetahui beberapa hal penting saat makan daging kambing diatas, masihkah ibu hamil takut mengonsumsi daging kambing yang kaya nutrisi? Semoga informasi diatas dapat bermanfaat bagi kita semua.


Tujuh Hal yang Harus Dilakukan Pasca Melahirkan Caesar

Tujuh Hal yang Harus Dilakukan Pasca Melahirkan Caesar - Bagi ibu yang baru pertama kali menjalani proses persalinan Caesar, pastilah mereka akan sangat berhati-hati dalam menjaga kesehatannya. Berbeda dengan persalinan normal yang proses pemulihannya jauh lebih cepat, ibu yang menjalani persalian Caesar umumnya masih harus berjuang melawan rasa tidak nyaman pada tubuhnya, misalnya :  luka jahitan atau bisa juga bekas suntikan anastesi yang kadangkala menimbulkan nyeri di punggung. Jika ibu yang melahirkan secara normal bisa langsung beraktivitas, maka ibu yang menjalani persalinan Caesar harus melakukan beberapa hal ini agar kesehatannya segera pulih dan bisa menjalani aktivitasnya dengan normal. Apa sajakah yang harus dilakukan ibu pasca melahirkan Caesar? Agar lebih jelasnya, simak informasinya berikut ini :

Cara Membedakan Kontraksi Asli dan Kontraksi Palsu

Sedang galau menanti persalinan? Ketika usia kehamilan memasuki trimester kedua akhir atau masuk trimester ketiga, umumnya Anda akan mengalami kontraksi pada perut. Namun kontraksi tersebut tidak perlu membuat Anda merasa cemas, karena kontraksi tersebut merupakan kontraksi palsu. Kontraksi palsu dalam dunia medis disebut Braxton Hicks. Hem, tapi bagi ibu yang baru pertama kali hamil, pasti mereka akan sulit membedakan mana kontraksi asli atau kontraksi palsu. Untuk lebih jelasnya, kita akan membagikan informasi tentang cirri-ciri dari kontraksi asli dan kontraksi palsu. Dengan pengetahun tersebut, diharapkan ibu hamil bisa lebih tenang dan nyaman menjalani kehamilannya.

Ibu Hamil, Hindari Tidur Terlentang karena bisa Bahayakan Janin

Kehamilan umumnya membuat wanita lebih berhati-hati dalam segala hal. Mereka akan berusaha menjaga kehamilannya dengan baik agar selamat hingga proses persalinan tiba. Tidur yang cukup merupakan salah satu cara yang dilakukan ibu hamil untuk menjaga kesehatan diri dan janin dalam kandungan. Sayangnya, seiring bertambahnya usia kehamilan, ibu akan mengalami beberapa masalah yang membuatnya sulit tidur, misalnya : sering kencing, mual muntah, berkeringat, sakit kepala, pinggul sakit, perut yang membesar, dan lainnya. Ketika ibu hamil kurang istirahat, maka secara otomatis dapat mengganggu kesehatan tubuhnya. Kenyataan itulah yang yang membuat ibu hamil wajib berusaha menjaga waktu istirahatnya dengan baik. Selain itu, ibu hamil juga wajib memperhatikan posisi tidur yang baik untuk dirinya dan juga janin dalam kandungan. Jangan sampai karena salah posisi tidur, lantas kehamilan Anda jadi bermasalah. 

Waspadai Tujuh Penyakit yang Sering Menyerang Bayi Baru Lahir

Merawat bayi baru lahir bisa dikatakan gampang-gampang susah, karena itu tak heran jika banyak ibu baru yang merasa belum sanggup mengurus bayinya sendiri. Ada yang menggunakan jasa bidan, baby sitter, ada pula yang terpaksa diurus oleh neneknya sendiri. Bayi baru lahir membutuhkan perlakuan khusus, karena system imun tubuh bayi baru lahir juga belum sempurna sehingga rentan terkena infeksi bakteri penyakit. Gangguan kesehatan pada bayi baru lahir harus segera ditangani dengan tepat agar tidak menghambat tumbuh kembangnya. Mungkin tak semua ibu tahu, apa sajakah jenis penyakit yang rentan menyerang bayi baru lahir. 

Ini Alasan Kenapa Bayi Baru Lahir Tidak Boleh Dibawa Keluar Rumah

Setelah melalui proses persalinan yang menegangkan, pastinya para Ibu merasa lega dan bahagia karena bisa memeluk dan merawat buah hatinya secara langsung. Bicara tentang masalah bayi baru lahir, ternyata ada banyak aturan yang harus dipatuhi dari jaman Nenek moyang kita, salah satunya larangan membawa bayi keluar rumah sebelum usia 40 hari. Hem, pasti ibu tidak akan tahan jika harus berdiam diri di dalam rumah, bukan? Mungkin tidak semua ibu memahami, apa sich maksud dari larangan tersebut dan benarkah hal ini sangat penting untuk keselamatan bayi?